Hidup tidak sendiri

Manusia tidak bisa hidup sendiri, begitupun dengan keyakinan kita terhadap agama orang lain yang harus dihormati.

Hidup harus ada tujuan

Di dunia kita hanya sementara, tujuan paling utama adalah ketika kembali kepadaNya dengan membawa ridhoNya.

Hidup tidak lepas dari alam

Meski secara kodrati manusia itu ciptaan yang paling sempurna.. tetapi tetap kecil diantara anugrah alam ciptanNya.

Hidup penuh Perjuangan

Hidup selalu lekat dengan perjuangan, ada riak, ombak dan batu karang yang harus dilewati... Semangat harus dikobarkan untuk mencapai tujuan

Hidup itu memberi manfaat

Sebaik-baik manusia adalah yang peling memberi manfaat kepada sesamanya....

August 3, 2006

Kesederhanaan itu indah

Kehidupan Rasulullah dalam rumah tangganya yang penuh kesederhanaan telah memberikan contoh bagi kita semua, beliau jauh sekali dari kesan mewah meskipun itu mudah bagi beliau untuk bermewah-mewah sebagai seorang Raja di Mekah waktu itu. Mulai dari perabotan rumah tangga, makanan dan minumannya, pakaian yang digunakan sehari-haripun sangatlah sederhana. Ada suatu riwayat dari Bukhori yang menceritakan bahwa Aisyah R.A istri Rosul sempat mengeluh kepada keponakannya Urwah:
"Lihatlah Urwah, kadang-kadang berhari-hari dapurku tidak menyala dan aku menjadi bingung olehnya", Urwah bertanya:"Apakah yang menjadi makananmu sehari-hari?"
Jawab Asyiah:"Paling untung yang menjadi makanan pokok itu kurma dan air, kecuali jika ada tetangga-tetangga anshor mengantar sesuatu kepada Rasulullah, maka dapatlah kami merasakan seteguk susu". Bahkan Rasulullah menegaskan:"Kami adalah golongan yang tidak makan kecuali kalau lapar, dan jika kami makan tidaklah sampai kekenyangan".
Riwayat sahabat Annas R.A menceritakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda "Ketakutanku kepada Allah melebihi daripada orang lain, dan kegetaranku kepadaNya tak ada bandingannya. Kadang-kadang kulalui 30 hari lamanya dengan tak punya simpanan makanan di rumah, sehingga Bilal datang mengepit roti yang kami makan bersama-sama.
Riwayat dari Ibnu Mas'ud R.A menerangkan bahwa ia pernah masuk ke rumah Rasulullah, dan didapatinya Nabi sedang berbaring diatas sepotong anyaman daun kurma (tikar) yang memberikan bekas di pipi Beliau. Dengan sedih Ibnu Mas'ud bertanya: " Ya Rasulullah, apakah tidak baik aku mencari sebuah bantal untukmu". Nabi menjawab:"Tak ada hajatku untuk itu. Aku dan dunia adalah laksana seorang yang sedang bepergian, sebentar berteduh dikala hari sangat terik dibawah naungan sebuah pohon yang rindang, untuk kemudian berangkat pula dari situ kearah tujuannya. Subhanalloh... (hambamu yang sombong ini tidak bisa mengikuti jejakmu ya Rasul
Share:

BERSERAH DIRI

Imam Suhadi - suhadi@atelir.telkom.co.id
Date: Thu, 11 Feb 1999
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Kata "Berserah Diri" sangat mudah untuk diucapkan namun sulit untuk dilaksanakan. Padahal kalau kita bedah Al Qur'an inilah KUNCI seorang menuju Tuhan-Nya. Dan berserah diri inilah cara untuk keluar dari dominasi hawa nafsu (QS 4:69)
Ini harus selalu kita sertakan setelah kita bertaubat. Karena dengan inilah Allah akan memberikan rahmat-Nya pada kita. Bagaimana untuk berserah diri pada Allah?
Berserah diri pada dasarnya adalah "penyerahan diri" kita untuk diatur oleh Allah. Bukan diatur oleh pikiran kita, bukan diatur oleh hawa nafsu kita. Berserah diri dapat kita lakukan dengan menyadari bahwa
:
1. Menyadari Segala Aktivitas
Berserah diri bukan berarti Qadariyah. Semua yang akan kita lakukan (aktivitas dan karya) harus selalu kita rencanakan untuk hasil terbaik. Namun harus disadari, jangan sampai perencanaan kita melakukan aktivitas itu berdasarkan hawa nafsu. Karena apabila mengikuti hawa nafsu ini artinya Tidak Lagi Berserah diri.
Rencanakan dan lakukanlah segala sesuatu dengan niatan untuk mendekatkan diri pada Allah.
Dalam melaksanakan ini, kita akan menghadapi banyak kondisi, ketidak jelasan apakah ini Hawa Nafsu atau Berserah Diri. Maka berdoalah : "Wahai Rabb aku berlindung kepada engkau dari hawa nafsu yang ada dalam diri hamba, hamba niatkan aktivitas ini sebagai ungkapan penyerahan diri hamba kepada Engkau, maka ampunilah apabila hamba salah, dan rahmatilah hamba".
Disinilah ungkapan tertinggi : "Laa Hawla wala Kuwwata illa billah" termanifestasi.
2. Segala sesuatu terjadi (ada) adalah kehendak (iradah) Allah.
Menyadari apapun yang terjadi, apakah kesulitan atau permasalahan, atau bahkan kesenangan dan kemuliaan adalah kehendak Allah semata. Bukan karena kita.
Dengan menyadari ini, maka kita tidak bersedih (mengeluh) ketika ditimpa kesulitan, dan tidak akan berbangga apabila mendapatkan kemuliaan. Semua terjadi karena Allah, apalah yang patut disedihkan dan dibanggakan.
Bahkan ke-"rajinan" kita dalam beribadah pun TIDAK PATUT kita banggakan karena itu semua adalah kehendak Allah.
Dengan berlaku berserah diri ini, saya jamin, pasti akan semakin banyak ujian. Baik yang baik (enak) maupun buruk (tidak enak). Kalau kita tidak merasakan adanya ujian ini permasalahannya. Dengan ujian ini apabila kita lulus, Insya Allah, Dia akan membimbing kita menuju jalan-Nya yang lurus.
LATIHAN BERSERAH DIRI
Dalam tasawuf ada yang dikenal dengan kata riyadhah (Latihan). Ini sesungguhnya adalah latihan jiwa untuk dapat berserah diri. Ada yang dilakukan dengan dzikir-dzikir tertentu.
Saran saya, sempatkanlah setiap diri melakukan Latihan Berserah diri (minimal) 1 kali seminggu. Lakukanlah pada malam hari ketika orang lain sedang tertidur. Karena waktu ini, adalah waktu yang paling dekat antara Allah dan hamba-Nya. Jadikanlah ini sarana muraqabah kita pada-Nya.
Ingat-ingat lah dosa-dosa yang kita lakukan. Mohonlah ampun kepada-Nya. Dan bersyahadatlah kepada-Nya. Sebagai ungkapan persaksian bahwa Allah adalah ilah bagi diri kita, bukan yang lainnya. Juga bukan hawa nafsu kita. Lalu serahkanlah diri kita pada-Nya.
Jangan berpikir apa-apa (kosongkan pikiran). Lepaskanlah diri (seakan-akan hati kita berkata : "Ya Allah silakan atur diri ini oleh Mu"). Apa yang Allah akan perbuat bagi kita pasrahkan saja. Lakukan terus menerus, sambil terus berdoa dalam hati "Ya Allah terimalah taubat hamba".
Lakukan sampai pagi, apabila mengantuk dan terasa mau tidur, tidur saja.
Langkah ini walaupun tidak disertai dzikir-dzikir, tapi disertakan secara terus menerus dengan doa mohon ampun diatas. Dan berserah diri ini merupakan tujuan dari dzikir dan ibadah yang paling tinggi nilainya di sisi Allah.
FANA
Fana artinya lenyap. Lenyap diri kita dalam keberserahan diri kita pada Allah. Seperti dikatakan Mursyid Mas Sigit, fana (kondisi berserah diri) yang terbaik adalah dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu mengimplementasikan LATIHAN BERSERAH DIRI (kondisi dan suasana keberserahan diri) kita pada kehidupan sehari-hari.
Share:

August 1, 2006

Sholawat Badar

Sholawat badar (yang diselipi dengan syi'ir tentang Sifat Wajib Allah, Rukun Islam, Rukun Iman, Fardhlunya Wudhlu dan Sindiran2 lainnya)

Sholatullah Salammullah ‘ala toha rosulillah
Sholatullah Salammullah ‘ala yasiin habiillah


Allah Wujud, Qidam, Baqo’
Mukholafatu, Lil Hawaditsi
Qiyamuhu, Binnafsihi..
Wahdaniyah, Kodrat, Irodat

Ilmu. Hayya, Sama’, Basor
Kalam, Qodiron..
Al Muriddan, Kaliman, Hayyan
Sami’am, Bashiron, Mutakaliman


Eling siro kang sak nyoto
Rukune Islam kang limo
Kang sepisan moco sahadat
Tekatno lan ngucap siro

Kaping pindo iku sholat
Ono ing fardu kang limo
Kaping telu aweh zakat
Lamun siro sugih bondo

Kaping papa iku poso
Ono ing wulan romadhon
Kaping limo ziaroh haji
Aneng Mekah lamun kuoso

Lan malih rukune Iman
Yoiku enem perkoro
Kang sepisan imano siro
Ing Alloh Pangeran kito

Kaping pindho imano siro
Ing malaekate Gusti Alloh
Kaping telu imano siro
Sekehing kitabe Alloh

Kaping papat imano siro
Ing utusane Pangeran kito
Kaping limo imano siro
Dino kiamat mesti ono

Kaping enem imano siro
Ing pepesthening Gusti Alloh
Olo becik iku nyoto
Kersaning Pangeran kito

Lan malih rukune wudlu
Yoiku enem perkoro
Kang sepisan niat kelawan ati
Kaping pindho masuh rai

Kaping telu masuh astane loro
Kaping papat ngusap sirah
Kaping limo masuh sukune loro
Kaping enem iku tertib

Eling-eling siro manungso
Temenono anggonmu bekti
Mumpung during katekanan
Malaekat juru pati

Moloekat juru pati
Lirak lirik marang siro
Nggone nglirik angenteni
Dawuhe kang moho suci

Cilik cilik diwulang ngaji
Besok gede supoyo ngerti
Agomo islam agomo suci
Sop ra ngaji awake rugi

Rugi donya ra dadi opo
Rugi akherat bakal ciloko
Sopo wae ra iso mbelo
Kurang bejo mlebu neroko

Emane yen dadi wong sugih
Golek bondho ra wigah-wigih
Barang haram digowo mulih
Neng akhirat bakal ditagih

Eman ugo yen dadi wong mlarat
Akeh dosa neng ra tobat-tobat
Gaweane mung nunggu zakat
Opo maneh yen ora sholat

Eman maneh yen sugih bondho
Pengin opo wae mesti iso
Neng ra sadar kakehan dosa
Suk yen mati bakal ciloko

Emane yen dadi pedagang
Ngalor ngidul dodolan barang
Golek bathi ra kurang-kurang
Neng sholate do arang-arang

Eman uga yen dadi petani
Mengkat esuk ngarap pari
Wektu luhur dilewati
Sholat ngasar nganti lali

Eman maneh yen dadi bakul
Nggowo barang ngalor ngidul
Golek pangan nggo isi wakul
Neng sholate do podo ucul

Paling eman yen dadipejabat
Gaweane mung rapat-rapat
Omong lamis ngapusi rakyat
Opo maneh do ora sholat

Share:

Tentang Saya

Hanya seorang manusia pada umumnya yang lagi banyak belajar tentang teknologi informasi, pernah kuliah di em em ugm kebetulan ngambil konsentrasi e-biz seputar TI lah. Saat ini lagi nyangkul di sebuah pts di Jogja dan aktif di berbagai forum dan milis teknologi informasi.

Recent Comments

Followers

Comments

Follow by Email

Subscribe to our email newsletter.

BTemplates.com

Blogroll

About

Tags 2

Recent Posts